Gerak Langkah Cepat Kementrian Pariwisata bersama ASITA Indonesia di Seoul Korea Selatan

Berselang setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan Kenegaraannya ke Seoul, Korea Selatan pada 15-18 Mei 2016 untuk memenuhi undangan Presiden Park Geun-Hye, dimana Korea Selatan yang menjadi salah satu mitra strategis Indonesia.

Dengan masih hangatnya kunjungan kenegaraan ini dan langkah cepat Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya langsung bergerak untuk meluaskan segmen pasar pariwisata dan mengenalkan Wonderful Indonesia ke Seoul, dibantu kordinasi yang baik dengan Dubes RI Korea John A Prasetio dan ASITA Indonesia (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies).

Tepat hari ini Jumat, 03 Juni 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Pariwisata Seoul melakukan pembicaraan dan rapat kordinasi kedua negara, hingga menyaksikan pelaksanaan penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU antara ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) dengan KATA (Korea Association of Travel Agents) di Seoul, Korea Selatan, yang meliputi kerjasama saling mempromosikan destinasi pariwisata dan saling meningkatkan kunjungan wisata kedua negara, diharapkan dapat menjadi strategi pemasaran dalam pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019 mendatang, turut hadir dalam penandatanganan Mou tersebut, Ketua Umum ASITA H. Asnawi Bahar dan Wakil Ketua Budijanto Ardiansyah.

Dalam penandatanganan Mou tersebut, Ketum ASITA turut meyakinkan Travel Agent di Korea agar mereka memilih dan berpartner dengan tour operator dan tour agency Indonesia yang resmi dan terdaftar sebagai anggota ASITA dan Menteri Pariwisata pun menyiapkan presentasi khusus 10 Bali baru atau 10 top destinasi yang sedang di garap serius meliputi : Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Lama Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-DIY, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maltara. (Humas-DPP ASITA).

ASITA: Kebijakan Bebas Visa Memberikan Angin Segar Bagi Pariwisata Indonesia

Baru-baru ini pemerintahan Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 membuat kebijakan tentang bebas visa kunjungan singkat bagi wisatawan dari 169 negara. Kebijakan bebas visa selama 30 hari ini merupakan terobosan baru pemerintah Presiden Jokowi untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia. Lewat acara Diplomatic Forum yang diadakan oleh The Voice of Indonesia, Radio Republik Indonesia, para hari Rabu, 1 Juni 2016, yang dihadiri oleh guest speakers seperti duta besar Perancis untuk Indonesia, H. E. Corinne Breuze, ASITA umumnya menyambut baik kebijakan bebas visa tersebut.

Dalam kesempatan itu, ASITA menyampaikan bahwa minat kunjungan dari wisatawan mancanegara, terutama dari negara yang baru saja ditambahkan ke daftar negara yang diberikan fasilitas bebas visa, dirasakan meningkat oleh para anggotanya. Guest speaker perwakilan dari DPP ASITA, Panca Hadi Putra, juga menyampaikan bahwa kebijakan deregulasi pemerintah dalam bentuk bebas visa dan percepatan pengembangan 10 destinasi wisata baru, yang secara populer dikenal dengan “10 Bali Baru”, berpotensi dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.